Rabu, 01 Agustus 2012

T4ngis4n S4ng 4n4k K3p4d4 s4ng Ibu..........


Ibu.............
Dim4lam Y4ng sepi ini.........
K4u J4uh d4ri khu........
S3ti4p j4ntung ini b3rd3t4k n4m4mhu sel4lu terukir....
Ibu................
Dis44t Khu t4k Berd4ya ..
H4ti ini sel4lu memyebut n4m4mhu........
D4l4m Bisik4n H4ti berk4t4....
Ibu....................
D4t4ng d4n Pelukl4h 4n4kmhu Ini.........
N4mun ini semu4 h4ny4 MImpi Tidur.........
Ibu.....................
Seti4p khu teringat n4m4mhu tetes4n 4ir m4t4  ..
T4k m4mpu Tuk men4h4n....
Ibu...................
B3rik4nl4h keteg4r4n h4ti ini...........
Untuk menggapai smu4 impi4n.....
Ibu.........................
Lukisk4n l4h keind4h4n seti4p l4ngk4h 4n4kmhu ini..........
Ibu..........
T4k s4nggup 4ir m4t4 ini..................
Menetesk4n Di kert4s Putih Ini................
Ibu.......................
Tuntunl4h seti4p J4l4n khu Ini................
Ibu..............................
Izink4n Khu memeluk d4n meny4y4ngi mhu d4l4m Kej4uh4n ..............
Ibu..............................
Rindu ini sel4lu 4b4di Bu4t ..........
Ibu..............
Ters4y4ng,,,..............................

Selasa, 31 Juli 2012

T3muk4n S4ng K3k4siH D4l4m Duni4 Lu4r.......

K3ind4h4n R3lung M4l4m Kini M3nyin4ri .........


D3ng4n K3h4mp44n M4l4m T4k S4tuphun t3rlih4t  B4y4ng4n 


Ind4hnya.........


D4l4m Jiw4 Y4ng h4mp4 B3rt4ny4 - T4nya Dim4n4 Dy4 Ber4d4.....


D4l4m Hitung4n w4ktu K4u D4t4ng, N4mun D4l4m Hitung4n D3tik K4u Hil4nG....


N4mun K4u D4t4ng H4ny4 M3mb3ri S3dikit R4z4 M4nis.....


Q'Tik4 M4l4m Ithu Tib4 t3ruc4p K4t4 M4nis Mhu........


N4mun Q'tik4 K4u Hil4nG, S3mu4 R4z4 Itu B3rub4h M3nj4di 4s4m.......

















Ketik4 4iR M4t4 S4ng Ay4h J4tuH....

  KENAPA setiap kita jauh dari orang tua, kita selalu kangen sama ibu. Kita selalu menyebut namanya. Kita selalu menghadirkan wajahnya dalam setiap pandangan hati. Itu karena ibu lah yang paling sering nanyain kabar kita ketika itu................
Tapi…
Kalau dari ibu, ternyata ayahlah yang selalu mengingatkan ibu supaya nelepon kita saat kabar belum didapat. Mereka was-was jika handphone kita tidak aktif, sedang kabar belum diketahui.

Waktu kecil, ayah sering ajarin kita naik sepeda. Padahal ibu sangat khawatir. Tapi ayah yakin karena kita pasti bisa melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin bisa.

Maka begitulah saat kita mengenal pacaran....

Kenapa ayah melarang kita pacaran?
Karena ayah sangat cemburu pada kita. Ayah tidak menginginkan kita menghabiskan masa muda ini dalam kesia-saiaan yang fana. Ayah tidak mau waktu muda kita dihabisi oleh orang lain. Beliau masih sangat menginginkan kita dan menjaga kita sebaik mungkin.

O iya, apakah sahabatku tahu?
Saat kita diwisuda, ayahlah yang pertama kali menepukkan tangannya. Itu karena ayah bangga memiliki kita. Lalu, ibu lah yang pertama kali meneteskan air mata kebahagiaan karena melahirkan seorang anak yang cerdas, secerdas kita. Ada 1 tepukkan kebanggaan dari ayah, diiringi dengan 1 tetes air mata kebahagiaan dari ibu.

Saat kita menginginkan sesuatu, lalu ayah tidak memberikan/mengizinkannya kepada kita, sebenarnya hatinya tidak tega ketika menolak permintaan kita. Namun ayah tetap harus tegas dihadapan kita. Dan itu dilakukan demi keberhasilan kita.

Dan saat kita telah bergandengmesra dengan seorang pendamping hidup yang ada di tangan kita, ayah kita adalah orang yang pertama menangis dalam hati, seraya berkata “tugasku telah selesai mendidik dan menjagamu wahai anakku sayang.................

Rabu, 11 Juli 2012

'' S3bu4H Lukis4n DindinG "

Saat M4ta Terbuk4 baru Khu s4dari.........
Su4san4 b3githu G3l4p ............
T4k M4mpu Tuk M3ngub4hnya........
D4lam Ben4k B3rk4t4 K3mb4lik4n ...............

C3r4hk4n S3g4l4 d4l4m B3n4k.............
S4tuk4n K3ingin4n Tuk M3ngg4painya.........
N4mun W4ktu M3nggub4hnya M3nj4di s3bu4h Lenter4.........
Jiw4 ini T4k M4mpu M3ngh4d4pi........


Suara Ind4h Mhu..............
S3nyum Ind4h Mhu.............
T4k B3rh4rg4...........
S3mu4nya Hil4ng, Musn4h,, Sirn4..............
D4l4m H4ti H4nya Biza B3rk4t4, Mngkin Ini h4nya........
Sebu4h Lukis4n, Indah Ses4at, Jik4 Di P4nd4ng......
Buruk s44t Di S3ntuH.............




''' S3bu4H H4r4p4n''

 Hitung4n W4ktu B3githu c3p4t.........
Kini W4ktu Phun t4k m4mpu Tuk B3rh3nti.......
Terpesona Indah b4y4ng4ny4..........
T4k M4mpu Tuk M3milikiny4.........
H4r4p4n H4ny4 h4r4p4n..............
J3rit4n Su4r4nya M3ngh4mpiri Jiw4 ini....
Gor3s4n T4ng4nya M3luk4i H4r4p4n..............
T4t4p4n M4t4nya, H4nya M3luk4i Rindu .......


Jumat, 29 Juni 2012

'' ''Dib4lik Cahaya''''


Ind4h Pagi menguasai alam...........
Dalam Redupnya bulan ................
Tak gapai kesempurnaan...........
Berjalan dalam Petualangan.........

Menuntun Cerahnya Bulan.........
Tak kuasa mata memandang.............
Dunia kegelapan kini menyilimuti.....
Alampun ikut berkata.................

Letakan kehangatan..........
Wujudkan Keharmonisan........
Satukan keinginan dan wujudkan karya...........
Dalam Merangkul kebenaran................


Pengaruh Fermentasi Ragi tape manis dari beras pulut putih


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Kata "beras" mengacu pada bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemprosesan hasil panen padi, oleh petani .
Nilai tambah dari produk fermentasi masih sangat kecil, tapi memiliki nilai social ekonomi yang tinggi di mata masyarakat.  Hasil pertanian  bukan hanya dilihat padi selain dari padi hasil pertanian yang diperoleh yakni, ubi kayu, gandum dan lain- lain yang masih banyak lagi untuk di kembangkan atau di konsumen.
Beras mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air. Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat, yaitu: amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang dan amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket. Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras, dimana beras tersebut bias diolah menjadi sebuah produk yang juga digemari oleh masyarakat Indonesia,yang menjadikan penemuan baru menjadikan fermentasi dari beras tersebut sebuah tape manis.  Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Didalam fermentasi sudah berperan mikroorganisme yang sudah sangat berperan dalam fermentasi yang mampu memacu fermentasi tersebut, sehingganya organisme sangatlah penting. Mikrobiologi merupakan organisme yang hanya dapat di lihat oleh mikroskop dengan perbesaran yang amat tinggi karena berukuran mikroskopis (1mikron:0,001), mikroorganisme terdapat dalam populasi yang sangat besar dan beragam terdapat hampir di sekitar lingkungan alam, habitatnya terdapat di air, tanah, udara, bahkan sebagai parasit pada setiap organisme, bentuk dan ukuran pun bermacam -macam, berbentuk batang (silindris), bentuk bulat (kokus), bentuk spiral (spirilium), tidak semua mikroorganisme bersifat merugikan tetapi banyak juga yang bersifat menguntungkan seperti saccharomyces yang terdapat pada ragi yang kami buat untuk pembuatan tape, Banyak hal yang perlu kita pelajari dalam mikrobiolologi karena segala sesuatunya terdapat dilingkungan tempat tinggal kita baik yang menguntungkan atau merugikan.  Oleh Sebab itu, adanya Bio Riset dan percobaan tentang  ilmu  Bioteknologi.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka dilakukan suatu penelitian dengan judul “Pengaruh fermentasi  ragi tape pada beras pulut putih”.

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut :  Apakah terdapat pengaruh fermentasi tape ragi pada beras pulut putih?
1.   3 Tujuan penelitian
            Tujuan dari penelitian ini yaitu : Untuk mengetahui pengaruh fermentasi tape ragi pada beras pulut putih. 
1.4 Manfaat penelitian
            Adapun yang menjadi manfaat dalam penelitian ini :
1.      Merupakan partisipasi penulis dalam memberikan kontribusi terhadap
pengembangan keilmuan, khususnya dalam bidang ilmu Bioteknologi
2.      Menambah wawasan yang luas dalam proses fermentasi ragi tape.
3.      Sebagai referensi bagi peneliti khususnya untuk mata kuliah Mikrobiologi.
4.      Bisa dijadikan Sebagai salah satu usaha dan menambah nilai ekonomis .


BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS


2.1 Beras Pulut atau ketan (Oryza sativa  L. )

Ketan merupakan salah satu vareitas dari padi yang merupakan tumbuhan semusim. Tumbuhan ini mempunyai lidah tanaman tumbuh kuat yang panjangnya 1 sampai 4 mm dan bercangkap 2. Helaian daun berbentuk garis dengan panjang 15 sampai 50 cm, kebanyakan dengan tepi kasar. Mempunyai malai dengan panjang 15 sampai 40 cm yang tumbuh ke atas yang akhir ujungnya menggantung. Mulai ini bercabang-cabang dan biasanya cabangnya kasar. Pada tumbuhan ini bulirnya mempunyai panjang 7 sampai 10 mm dengan lebar 3 mm. Pada waktu masak, buahnya yang berwarna ada yang rontok dan ada yang tidak. Buah yang dihasilkan dari tanaman ini berbeda ada yang kaya pati dan ini disebut beras, sedangkan buah kaya perekat disebut ketan. Menurut Steenis (1988), ketan adalah sejenis beras yang diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Graminales
Famili : Graminea
Genus : Oryza
Spesis : Oryza sativa L.
Beras ketan hampir seluruhnya terdiri dari pati (starch). Pati merupakan zat tepung dari karbohidrat dengan suatu polimer senyawa glukosa yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa, polimer linier dari D-glukosa membentuk amilosa dengan ikatan 1,4-glukosidik. Sedangkan amilopektin terdiri lebih dari 1000 unit glukosa, polimer amilopektin adalah terbentuk dari ikatan 1,4-glukosidik dan membentuk cabang pada ikatan 1,6- glukosidik (Poedjiadi, A., 1994). Amilosa bersifat sangat hidrofilik, karena banyak mengandung gugus hidroksil. Maka, molekul amilosa cenderung membentuk susunan paralel melalui ikatan hidrogen. Kumpulan amilosa dalam air sulit membentuk gel, meski konsentrasinya tinggi. Karena itu, molekul pati tidak mudah larut dalam air.
Berbeda dengan amilopektin yang strukturnya bercabang, pati akan mudah
mengembang dan membentuk koloid dalam air (Afrianti, H. L., 2007). Daya rekat beras ketan jauh lebih besar dari beras, hal ini sesuai dengan amilopekin yang lekat. Beras ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1 % pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat. Menurut Mulyadi dalam Prihatiningsih (2000), senyawa selain pati yang terdapat pada ketan adalah protein yang disebut oryzain. Kadar lemak dalam beras ketan tidak terlalu tinggi yaitu rata-rata 0.7 % dan kandungan asam lemak yang terbanyak adalah asam oleat dan asam palmitat serta untuk kandungan vitamin dan minerat sangat rendah. Vitamin yang terkandung dalam beras ketan adalah Tiamin Riboflavin dan Niasin. Sedangkan mineral yang terkandung dalam beras  ketan adalah besi, kalsium, fosfor, dan lain sebagainya. Beras ketan dibedakan  berdasarkan warnanya terdapat dua macam yaitu beras ketan putih dan beras ketan hitam.

2.2 Kandungan Gizi  dan Jumlah Beras ketan

Kalori 356 kal, Protein 2.02 gram, Lemak 0.9 gram, Karbohidrat 21.09 gram
Kalsium 2 mgr, Fosfor 8 mgr, Besi 0.14 mg, Vitamin B1 2.0 mcg , Air 76.63 mg.
2.3 Ragi
proses fermentasi merupakan hasil kegiatan beberapa jenis mikroorganisme yang memfermentasi bahan pangan, untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan dapat dibedakan dari mikroorganismemikroorganisme yang menyebabkan kerusakan dan penyakit yang ditularkan melalui makanan. Dari mikroorganisme-mikroorganisme yang paling penting adalah bakteri pembenbentuk asam laktat, bakteri pembentuk asam asetat dan beberapa jenis khamir penghasil alkohol.
Ragi tape adalah bahan yang dapart digunakan dalam pembuatan tape, baik dari singkong dan beras ketan. Menurut Dwijoseputro dalam Tarigan (1988) ragi tape merupakan populasi campuran yang tediri dari spesies-spesies genus Aspergilius, Saccharomyces, Candida, Hansenulla, dan bakteri Acetobacter. Genus tersebut hidup bersama-sama secara sinergis. Aspergillus menyederhanakan tepung menjadi glukosa serta memproduksi enzim glukoamilase yang akan memecah pati dengan mengeluarkan unit-unit glukosa,
sedangkan Saccharomyces, Candida dan Hansenulla dapat menguraikan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lain sementara itu Acetobacter
dapat merombak alkohol menjadi asam. Beberapa jenis jamur juga terdapat dalam ragi tape, antara lain Chlamydomucor oryzae, Mucor sp, dan Rhizopus sp.
2.4 Fermentasi
Fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan, yaitu berdasarkan ilmu kimia terbentuknya gas-gas dari suatu cairan kimia yang pengertiannya berbeda dengan air mendidih. Gas yang terbentuk tersebut di antaranya karbondioksida (CO2). Fermentasi sebenarnya mengaktifkan pertumbuhan dan metabolisme dari mikroba membentuk alkohol dan asam, dan menekan pertumbuhan mikroba proteolitik dan lipolitik.
Beberapa hasil fermentasi terutama asam dan alcohol dapat mencegah pertumbuhan mikroba yang beracun didalam makanan, misalnya Clostridium botulinum . Apabila suatu mikroba ditumbuhkan dalam media pati, maka pati tersebut akan diubah oleh enzim amilase yang dikeluarkan oleh mikroba tersebut menjadi maltosa. Maltosa dapat dirombak menjadi glukosa oleh enzim maltase. Kemudian glukosa oleh enzim zimase dirombak menjadi alkohol, sedangkan alkohol oleh enzim alkoholase dapat diubah menjadi asam asetat.
Menurut Leni Herliani Afrianti (2004) fermentasi berdasarkan kebutuhan
O2, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Fermentasi aerob (proses respirasi), yaitu disimilasi bahan-bahan yang disertai dengan pengambilan oksigen. Semua organisme untuk hidupnya memerlukan sumber energi yang diperoleh dari hasil metabolisme bahan pangan, di mana organisme itu berada Bahan energi yang paling banyak digunakan mikroorganisme untuk tumbuh adalah glukosa. Dengan adanya oksigen maka mikroorganisme dapat mencerna glukosa menghasilkan air, karbondioksida dan sejumlah besar energi. Contoh : fermentasi asam asetat, asam nitrat, dan sebagainya.
2. Fermentasi anaerob, yaitu fermentasi yang tidak membutuhkan adanya oksigen, Beberapa mikroorganisme dapat mencerna bahan energinya tanpa adanya oksigen. Jadi hanya sebagian bahan energi itu dipecah, yang dihasilkan adalah sebagian dari energi, karbondioksida dan air, termasuk sejumlah asam laktat, asetat, etanol, asam volatil, alkohol dan ester. Biasanya dalam fermentasi ini menggunkan mikroba yeart, jamur dan bakteri.
2.5. Faktor Yang Memprngaruhi Fermentasi

Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang sangat penting dalam ekosistem pangan. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi sistem fermentasi oleh mikroorganisme meliputi: macam bahan (substrat), mikroba, derajat keasaman (pH), suhu, suplai makanan, waktu, air (H2O), dan kesediaan oksigen (O2).


2.6 Hipotesis
        Dalam penelitian ini penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut :  Terdapat pengaruh  fermentasi ragi tape pada beras pulut putih .




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian di laksanakan selama  3 hari, Penelitian dilaksanakan DiLaboratorium  Botani Jurusan Biologi.
3.2. Populasi dan Sampel
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan tape yang menjadi sampel penelitian.
3.3. Variabel Yang Diamati
 Variabel yang diamati dalam pengamatan ini adalah :
1.   Variabel bebas (X)   : Ragi Tape
2.   Variabel  bebas (Y) :Beras ketan
3.4. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAL). yang terdiri atas 3 perlakuan dan 1 kali ulangan.
Kelompok A        : tape tanpa dibungkus
Kelompok B       : tape yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang.
Kelompok C       : tape yang dibungkus dengan plastik

3.6  Teknik Penelitian
3.6.1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data sehubungan dengan penelitian ini yaitu mengamati langsung objek yang diteliti pada fermentasi tape dari beras pulut putih.
3.7  Menyiapkan Alat Dan Bahan
3.7.1 Persiapan
Tahap awal yang dilakukakan dalam penelitian ini adalah persiapan, meliputi penyediaan alat dan bahan.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pisau, Loyang, Dandang, Daun Pisang.
Bahan – bahan yang diperlukan adalah  Ragi, Beras Pulut Putih, Pewarna.
3.7.2 Persiapan Penelitian
Sebelum melakukan pengamatan langkah awal yang dilakukan yakni, menyiapkan bahan dan alat – alat yang diperlukan, beras pulut yang sudah siap dimasak disiapkan sebanyak dua liter, setelah masak maka didinginkan selama 10 menit, kemudian menaburi ragi tape setiap perlakuan.
Setelah selesai maka melakukan pengamatan selama tiga hari setelah pembuatan, adapun pengamatan yang dilakukan yakni,melihat pH, aroma dan alkohol.
3.8  Parameter Yang Diamati
Dalam pengamatan ini ada beberapa hal yang akan menjadi parameter yang akan diamati pada fermentasi tape beras pulut putih yakni, pH, aroma dan alkohol.
3.9   Analisis Data
Teknik analisis data dilakukan dengan Uji F ANAVA untuk melihat pengaruh ragi tape pada beras pulut putih,  apabila terdapat pengaruh  maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT)












BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1  Deskripsi hasil penelitian dan pembahasan
Adapun hasil pengamatan yang kami lakukan selama tiga hari, dengan menggunkan metode penelitian eksperimen , yang terdiri dari 3 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A. tanpa ditutup, perlakuan B. yang di bungkus dengan menggunakan daun pisang dan perlakuan yang C. yang dibungkus dengan plastik.
Tabel 1. Pengamataan pertama

Perlakuan
Tape tanpa dibungkus
Tape yang dibungkus dengan    daun pisang
Tape yang dibungkus dengan plsatik
pH
5
5
5
Aroma
*
*
*
Alkohol
*
*
*
Perlakuan
Tape tanpa dibungkus
Tape yang dibungkus dengan    daun pisang
Tape yang dibungkus dengan plsatik
pH
5
5
5
Aroma
*
++
+
Alkohol
*
+++
++
Perlakuan
Tape tanpa dibungkus
Tape yang dibungkus dengan    daun pisang
Tape yang dibungkus dengan plsatik
pH
5
5
5
Aroma
*
+++
++
Alkohol
*
+++++
+++
  

Untuk pengamatan pertama, sesuai dengan parameter yang diamati yaitu melihat pH, yaitu masih dalam kategori asam, dan untuk aromanya masih belum beraroma, begitu juga dengan alkoholnya belum ada, dan itu untuk semua perlakuan baik A,B dan C, untuk teksturnya perlakuan B dan C sudah larut kecuali dengan perlakuan A yang masih dalam bentuk ragi tape.
Tabel 2.Pengamatan ke dua

Untuk pengamatan yang kedua, perlakuan A, pH masih sama dengan pengamatan yang pertama,aroma manis, alcohol tidak ada, perlakuan B, pH juga sama masih asam, aroma sudah manis, dan alkoholnya sudah ada yang mulai tercium sangat keras, perlakuan C, pH  masih sama dengan pengamatan pertama, aromanya pahit dan busuk namun alkoholnya keras. Teksturnya untuk perlakuan A, masih padat, B dan C sudah melembek dan mencair.




Tabel 3.Pengamatan ke tiga

Untuk pengamatan yang ke Tiga, perlakuan A,pH masih tetap asam, aromanya sudah mulai asam pahit, dan bau busuk, alkoholnya tidak ada, perlakuan B, pH masih sama juga, aromanya sudah manis dan banyak air, perlakuan C,pH masih sama dangan perlakuan B, aromanya sudah bau busuk  dan alkoholnya sudah keras sekali namun mempunyai aroma yang pahit. Untuk teksturnya lembek dan banyak air.
            Adapun beberapa faktor yang menyebabkan pembuatan tape beras pulut ini dapat berlangsung tidak sempurna salah satu penyebabnya adalah peralatan yang kurang higienis dan ragi yang sudah lama (sudah kadaluarsa), dan dapat disebabkan juga oleh pencucian beras  pulut yang tidak bersih sehingga fermentasi tidak sempurna.Tapi, tape tersebut masih bisa di konsumsi dan masih terasa manis.
Adapun reaksi yang terjadi dalam proses fermentasi tape yaitu :
Amilum/patiamilase matosa
2(C6H10O5)n + nH2O —-> n C12H22O11
Maltosa maltase glukosa
C12H22O11 + H2O —-> 2C6H12O6
glukosa alkohol
C6H12O6 —-> 2C2H5OH + CO2
Bahan baku dari pembuatan tape adalah beras pulut atau ketan .Tape beras pulut dibuat dengan proses fermentasi yang dibantu oleh ragi atau (bakteri saccharomyces cerivisiae) bakteri ini dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol, dan karbon dioksida.
Dalam fermentasi tape terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis, yang menyebabkan tape beras pulut berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alcohol menjadi asam asetat).








4.2 Gambar hasil  penelitian selama 3 hari
Pengamatan pertama





Perlakuan A. tanpa ditutup                                perlakuan B.yang dibungkus dengan daun pisang.






                           Gambar C.yang dibungkus dengan plastic

Pengamatan kedua




     Gambar A. tanpa di tutup                           Gambar B.yang dibungkus daun pisang



Gambar C. yang dibungkus dengan plplastik

                                                                                   









     
        Gambar A. tanpa ditutup                  gambar B.yang dibungkus daun pisang







Gambar C. yang di bungkus dengan plastic






BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang kami peroleh dapat kami simpulkan bahwa, untuk pengamatan pertama sampai ketiga untuk  semua perlakuan itu hasilnya berbeda, untuk alkohol yang paling baik didapatkan yang dibungkus dengan daun pisang alkoholnya  sudah terbentuk dan cukup keras,  dibandingkan dengan yang dibungkus dengan plastik alkoholnya masih kurang, dan untuk pH tidak ada perbedaan dari semua perlakuan pH nya semua sama asam.
5.2 Saran
Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut  mengenai  fermentasi tape  dengan menggunkan bahan – bahan yang berbeda .




DAFTAR PUSTAKA
Afrianti, H. L., 2004, Fermentasi, http://www.forumsains.com/index.php/topic,
783.msg2697.html diakses  11 Mei 2012.

Hasanah, Hafidatul. 2008. Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Alkohol
Tape Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa ) dan
Tape Singkong (Manihot utilissima Pohl).Universitas Islam Negeri Malang.html diakses 12 Mei 2012.
Poedjiadi, A., 1994, Dasar-Dasar Biokimia, Jakarta: UI-Press.